HealthcareUpdate News

Kasus TBC di Indonesia Masih Tinggi, Lebih Parah dari India

Kasus tuberkulosis di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia setelah India, memicu langkah percepatan deteksi dan pengobatan untuk menekan angka penularan dan kematian.

Indonesia kembali menjadi sorotan dalam konteks kesehatan global karena tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC). Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa beban penyakit ini di dalam negeri termasuk yang terbesar di dunia, berada di belakang India sebagai penyumbang kasus TBC terbanyak secara global.

Data terbaru dari Global Tuberculosis Report WHO menunjukkan Indonesia memiliki estimasi lebih dari 1.09 juta kasus TBC baru setiap tahun dengan angka kematian yang masih tinggi, mencapai lebih dari 130.000 jiwa per tahun. Sosok jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TBC terberat di dunia setelah India, yang memiliki jutaan kasus terkonfirmasi setiap tahun.

Kondisi ini menandai tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional, meski sebagian kenaikan angka kasus juga dipengaruhi oleh peningkatan deteksi dan pelaporan dibandingkan dekade sebelumnya. Perbaikan sistem pelaporan membuat lebih banyak pasien dengan TBC teridentifikasi dan mendapatkan pengobatan, sehingga angka temuan kasus meningkat meski sebenarnya bisa berarti perbaikan respons kesehatan masyarakat.

Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengintensifkan berbagai upaya penanggulangan TBC. Salah satu strategi utama adalah memperkuat program Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader masyarakat untuk menemukan kasus aktif di komunitas, memastikan pasien segera diobati dan mencegah penularan lebih luas.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa peran masyarakat dan kader kesehatan sangat penting dalam mempercepat penanggulangan TBC. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa komunitas yang mampu mencapai angka kesembuhan pasien hingga lebih tinggi melalui pendekatan komunitas yang proaktif.

Read More  5 Strategi Finansial Orang Kaya yang Disorot Nasdaq, Relevan untuk Orang Indonesia?

Selain upaya temuan kasus, pemerintah juga terus memperkuat sistem surveilans dan pelaporan digital agar data TBC dapat dipantau secara real time di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Integrasi sistem ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pengobatan serta mempercepat respons penemuan kasus.

Pencegahan juga menjadi fokus penting. Kementerian Kesehatan meningkatkan edukasi masyarakat tentang gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dini, serta akses terhadap layanan kesehatan. Program lain yang sedang digalakkan adalah pendekatan multisektoral yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, sektor kesehatan dan non-kesehatan, agar tidak ada hambatan sosial maupun ekonomi dalam menjangkau layanan pengobatan TBC.

Insentif internasional juga turut mendukung upaya nasional. Pembiayaan dari lembaga global seperti Bank Dunia telah disiapkan untuk memperkuat respon nasional terhadap TBC, termasuk peningkatan kapasitas layanan, pelatihan tenaga kesehatan, dan mekanisme pembiayaan inovatif untuk memperluas cakupan deteksi serta pengobatan pasien.

Meski tantangan masih besar, para ahli kesehatan menilai bahwa kombinasi peningkatan deteksi, pengobatan yang tepat, edukasi masyarakat, serta dukungan lintas sektor dapat mempercepat penurunan kasus TBC. Target eliminasi tuberkulosis di Indonesia pada 2030 tetap menjadi fokus utama kebijakan nasional di bidang kesehatan.

Back to top button